E-LIBRARY SMARATUNGGA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of AWALI HARIMU DENGAN INI : Sebuah Metode Praktik Pendahuluan Harian Berdasarkan Teks

Text

AWALI HARIMU DENGAN INI : Sebuah Metode Praktik Pendahuluan Harian Berdasarkan Teks "Untaian Bagi yang Beruntung" dan "Lamrim Silsilah Selatan"

Dagpo Rinpoche - Nama Orang; Stanley Khu - Nama Orang; Dharma Patriot Lamrimnesia - Nama Orang;

AWALI HARIMU DENGAN INI berisikan metode Enam Praktik Pendahuluan yang berasal dari Yang Mulia Atisha. Beliau mendasarkan penjelasannya tentang praktik ini pada ajaran yang beliau terima dari guru utamanya, Guru Suwarnadwipa (dalam bahasa Tibet, Lama Serlingpa). Namun, sumber kitab suci utama untuk latihan ini adalah Sutra Prajnaparamita, yang diajarkan oleh Sang Buddha di Rajagraha setelah pencapaian pencerahan sempurna beliau. Di dalam Sutra ini, sumber instruksi tentang Enam Praktik Pendahuluan ditemukan terutama di bagian pengantar, yang juga menjelaskan kapan dan di mana Buddha mengajarkan Sutra tersebut.

Karena namanya, Enam Praktik Pendahuluan sering disalahartikan sebagai latihan untuk para pemula saja. Empat ngondro dan jenis latihan pendahuluan lainnya juga sering dikatakan wajib bagi pemula saja. Ini merupakan pandangan yang salah total. Enam Praktik Pendahuluan harus dilakukan tidak hanya di awal tetapi juga di sepanjang tahapan sang jalan, hingga tahap akhir dari bumi Bodhisatwa kesepuluh. Ini adalah praktik yang sangat penting dan relevan, karena menyatukan semua elemen kunci yang dibutuhkan untuk akumulasi kebajikan dan purifikasi, terutama dalam Doa Tujuh Bagian. Dengan kekhasannya ini, tentu saja, keseharian kita akan penuh dengan kebajikan dan jauh dari klesha.

Di samping itu, Doa Tujuh Bagian tidak secara eksklusif dipraktikkan dalam Sutrayana; ini juga bisa ditemukan di Tantrayana. Tidak peduli ritual apa pun yang dilakukan, semua upacara dan ritual Tantra memasukkan Doa Tujuh Bagian. Sang Buddha saat mengajarkan Tantra Guhyasamaja kepada seorang raja, juga menyampaikan dengan sangat jelas bahwa perlu memasukkan Doa Tujuh Bagian karena ini adalah cara tercepat untuk mencapai Kebuddhaan.


Ketersediaan
P02880S294.34 DAG aPerpustakaan STIAB Smaratungga (Rak 200)Tersedia
P02881S294.34 DAG aPerpustakaan STIAB Smaratungga (Rak 200)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
294.34 DAG a
Penerbit
s.l. : Padi Emas., 2021
Deskripsi Fisik
xviii + 206 hlm.; ilus.: 15 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-9730-00-0
Klasifikasi
294.34
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Praktik Keagamaan
Praktik
Info Detail Spesifik
Judul Asli: The Six Preliminary Practices according to The Necklace of the Fortunate and Lamrim Silsilah Selatan
Pernyataan Tanggungjawab
Penerjemah lisan dari bahasa Tibet ke bahasa Inggris : Rosemary Patton
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • awali harimu dengan ini
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

E-LIBRARY SMARATUNGGA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 —Tim IT STIAB Smaratungga

Ditenagai oleh
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik